KPK sedang menyelidiki keuntungan perusahaan dari izin kuota tembakau dan alkohol yang dikeluarkan oleh BP Bintan

[ad_1]

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa kepentingan perusahaan terkait izin kuota tembakau dan Minuman beralkohol Dikeluarkan oleh Zona Perdagangan Bebas dan Badan Pengusahaan Pelabuhan Bebas Bintan (BP Bintan).

Izin perusahaan itu diduga diberikan atas arahan dan rekomendasi Bupati Bintan Apri Sujad.

Dua saksi yang diperiksa penyidik ​​KPK adalah Direktur CV Megah Sejahtera Robby Demas Kosasih dan Direktur Utama PT Pura Perkasa Jaya Rezano Rahardjo.

“Saksi diperiksa karena mengetahui keuntungan perusahaan terkait izin kuota rokok dan minuman beralkohol yang dikeluarkan BP Bintan, diduga berdasarkan instruksi dan rekomendasi tersangka AS (Apri Sujadi) dan lainnya,” kata Pj KPK. juru bicara Ipi. Maryati dengan keterangan tertulis pada Selasa (16/11/2021).

Baca juga: KPK sedang menyelidiki penerimaan terkait izin kuota tembakau dan alkohol Bupati Bintan

Apri ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditangkap penjabat BP. dengan sutradara Bintan Mohd Saleh H Umar pada Kamis (8 Desember 2021).

Bupati Bintan nonaktif ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, sedangkan Mohd Saleh H Umar disekap di Rutan KPK Kavling C1.

Dalam kasus ini, KPK menduga Apri menerima Rp 6,3 miliar pada 2017-18.

Baca juga: KPK selidiki Surat Perintah Bupati Bintan tentang Pembayaran Kuota Tembakau dan Alkohol

Sementara terkait kasus ini, Mohd Saleh H Umar diduga menerima uang tunai sekitar Rp 800 juta.

Dugaan kasus korupsi yang menyeret Apri Sujad dan Mohd Saleh H Umar diperkirakan merugikan perekonomian negara hingga 250 miliar rupee.

Apri Sujad dan Mohd Saleh H Umar diduga melanggar Pasal 2(1) atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999.

Dapatkan pembaruan berita terpilih dan berita terbaru setiap hari dari Kompas.com. Gabung grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, lalu bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram di ponsel Anda.

[ad_2]

http://nasional.kompas.com/read/2021/11/17/07565511/kpk-dalami-keuntungan-perusahaan-atas-izin-kuota-rokok-dan-minuman?page=all